Home > Paper > Menelusuri kebenaran letusan Gunung Merapi 1006

Menelusuri kebenaran letusan Gunung Merapi 1006

Menelusuri kebenaran letusan Gunung Merapi 1006
SUPRIATI DWI ANDREASTUTI*, CHRIS NEWHALL**, dan JOKO DWIYANTO***

Hingga kini letusan Gunung Merapi pada 1006 masih dipercaya telah terjadi, namun masih diperdebatkan kebenarannya. Penulis terdahulu telah mengkaitkan “pralaya” yang terjadi di Kerajaan Mataram pada tahun 928 Saka (1006) sebagai akibat vulkanik. Bemmelen juga memperkirakan dampak letusan tersebut telah merusak dan mengubur Candi Mendut dan Borobudur, serta membendung aliran Kali Progo. Tetapi, jika “pralaya” ini adalah akibat suatu letusan Gunung Merapi, mengapa tidak ditemukan sisa endapan yang mempunyai korelasi dengan endapan hasil letusan sekitar waktu tersebut. Letusan yang mengubur candi mestinya sangat besar, dan meninggalkan endapan di sekitar Merapi yang seharusnya mudah ditemukan. Berdasarkan catatan sejarah, “pralaya” yang disebut dalam Prasasti Pucangan tidak pernah terjadi pada tahun 1006, tetapi 1016 atau tahun 1017. Di dalam prasasti tersebut disebutkan bahwa “pralaya” disebabkan oleh serangan Raja Wurawari, bukan oleh letusan Gunung Merapi. Ditinjau dari sejarah letusannya, 11 letusan besar telah terjadi sejak 3000 tahun yang lalu di Gunung Merapi. Namun tidak satu pun waktu letusannya yang berdekatan dengan letusan 1006. Letusan yang cukup besar (VEI 3-4), yang paling mendekati adalah letusan yang menghasilkan Selo tephra, terjadi 1112 ± 73 tahun yang lalu (tahun 765-911)

Kolom stratigrafi endapan Gunung Merapi dari sekitar 4235 – 200 tahun (Andreastuti, 1999). Huruf cetak tebal menunjukkan letusan besar Gunung Merapi dengan indeks letusan 3-4. VEI = Volcanic Explosivity Index (Indeks letusan).

Dugaan Labberton (1922) dan Bemmelen (1949) bahwa suatu letusan pada tahun 1006 telah mengakibatkan perpindahan Kerajaan Mataram Hindu ke Jawa Timur telah dibantah oleh Boechari (1976) karena Kerajaan Mataram telah pindah ke Jawa Timur sejak tahun 928. Hal ini juga ditunjukkan dengan ditemukannya Prasasti Anjukladang yang dibuat oleh Mpu Sindok pada tahun 937, dan merupakan prasasti Kerajaan Mataram pertama di Jawa Timur. Pada prasasti Pucangan secara jelas disebutkan bahwa pralaya di kerajaan Mataram terjadi tahun 1016 disebabkan oleh serangan Raja Wurawari dari Lwaram pada jaman pemerintahan Raja Darmawangsa yang memerintah dari tahun 991-1016 M. Penggantinya adalah Airlangga yang membuat Prasasti Pucangan pada tahun 1041 dan memerintah dari tahun 1019-1042. Dari penemuan endapan Selo tefra dan berdasarkan fakta sejarah bahwa Mpu Sindok telah memerintah pada 928 atau 929 sampai 948, maka kemungkinan letusan Merapi cukup besar waktu itu (VEI 3-4) yang terjadi antara tahun 765-911 telah mendorong penduduk Kerajaan Mataram untuk mulai pindah ke Jawa Timur. Endapan debris avalanche yang terjadi di Merapi mungkin dalam skala kecil antara tahun 870-970. Bukti-bukti ini menyimpulkan bahwa letusan besar Gunung Merapi pada tahun 1006 tidak pernah terjadi. Dari fakta-fakta yang telah dibahas di atas, ada tiga kemungkinan penyebab pindahnya penduduk Kerajaan Mataran ke Jawa Timur pada waktu itu, yaitu akibat intensitas Merapi yang tinggi, atau untuk menghindari serangan dari kerajaan Sriwijaya, dan yang terakhir karena letak lokasi perdagangan yang strategis di daerah Delta Brantas.

* Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian, Jln. Cendana 15 Yogyakarta, Indonesia ** US Geological Survey, Santo Domingo, Albay, Philipina *** Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gajah Mada, Jln. Nusantara 1, Bulaksumur, Yogyakarta Indonesia

Naskah lengkap bisa di download di jurnal20060404

Sumber: http://www.bgl.esdm.go.id/

About these ads
Categories: Paper
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: