Home > Obituari > (mBah) MARIJAN…

(mBah) MARIJAN…

(mBah) MARIJAN…
Suel Atau Lukianto

Disebuah malam yang hening, disebuah amben dari bambu, mbah Hargo tersenyum lembut menceritakan sebuah falsafah yang dia anut. Mbah Hargo adalah ayahanda mbah  Marijan, meninggal ± 30 tahun silam.

Dengan menikmati sepiring telo goreng dan secangkir kopi panas, mbah hargo menguraikan salah satu falsafahnya : “Hiduplah seperti daun…” Dari saat tumbuh menjadi beban bagi bagian tumbuhan lainnya, namun menambah keindahan pohon karena hijaunya yang segar. Setelah beranjak dewasa iapun memenuhi tugasnya untuk menjadi ‘dapur’ bagi seluruh tubuhnya. Dengan kadar hijau daunnya mampu memasak makanan bagi seluruh bagian pohon. Saat dia tua, kering dan gugur, jasadnya menjadi humus bagi pohon2 yang masih tegak. Matipun ia masih bermanfaat. Dia bakal dilupakan namun jasanya seumur semesta.

Itulah, falsafah yang dianut turun temurun., dan terus berdiri tegak saat dipegang Marijan. Saya pernah bertanya pada lelaki ini :” Apakah kang Marijan tidak takut pada Merapi..?” Jawabnya :” Apakah kamu tidak takut menyalahi amanah? Siapa yang tidak takut dengan Merapi ? Namun ini adalah amanah dan itu sudah janjiku………….”

Dia dia telah memenuhi  janjinya. Dibalik ketenaran dan apapun yang dimilikinya sebagai seorang bintang iklan, kehidupannya masih sangat sederhana.  Banyak yang merasa kehilangan lelaki ini. Namun hampir semua yang mengenalnya, merasa keteladanannya sebagai seorang pemimpin adalah pantas untuk dibanggakan.

Selamat  jalan Kang, (kami memanggilnya begitu sejak tahun 1980-an)…….. semoga Allah memberikanmu tempat yang layak bagi pemegang amanah. Kami akan selalu merindukanmu, kami akan berdo’a untukmu dan seluruh saudara yang mengikutimu saat ini…

Sumber:
1. Foto: http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-11646879



About these ads
Categories: Obituari
  1. fifi
    December 1, 2010 at 5:45 pm

    sayangnya mbah marijan terkena awan panas 2 kali ya

    • December 1, 2010 at 7:02 pm

      Yang pertama awan panas.. yang berikutnya aliran piroklastik panas :(

  2. December 6, 2010 at 7:03 am

    Kalau bapaknya mbah marijan falsafahnya kaya gitu berarti bapaknya mbah marijan seorang expert biologi/kehutanan/lingkungan. Artinya bukan orang biasa tapi ilmuwan

    AW

  1. December 4, 2010 at 2:37 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: